Rabu, 22 Mei 2013

Asal Usul Taawudz

Para ahli tafsir menuturkan bahwa sebab turunnya perintah Allah, Agar Meggunakan Taawudz ketika membaca Alquran,berhubungan dengan peristiwa pada suatu subuh,ketika Nabi Muhammad SAW membaca Surah Al Najm dan Surah Al Layl.

Ketika Nabi Muhammad SAW membaca ayat ke-19 dan ke-20 dari Surah Al Najm yang berbunyi: ”Apakah patut kalian menganggap Lata dan Uzza dan Manah (sebagai anak perempuan Allah?).Nabi Muhammad SAW terserang kantuk berat,setan melontarkan sesuatu pada lidah Nabi,sehingga Nabi melantur dan berucap,”Itulah Gharaniq (berhala-berhala) yag mulia dan sesungguhnya syafaat mereka diharap.”

Ulah setan ini menimbulkan fitnah,yang membuat Nabi Muhammad SAW gelisah dan sedih.Kaum musyrik bergembira mendengar lanturan Nabi Muhammad SAW tersebut,karena berhala-behala  yang mereka sembah itu mulia dan mempunyai syafaat.Mereka menyangka,Muhammad telah kembali kepada Agama nenek moyang mereka.Peristiwa ini tersiar luas hingga ke Habsyah (Abyssinia).Setelah beberapa waktu kemudian,Allah membebaskan Nabi Muhammad dari fitnah setan ini,dengan menurunkan Surah Al Nahl          ayat 98,yang berbunyi : Apabila kamu membaca Alquran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

Taawudz adalah termasuk syariat didalam Agama Islam,yang diperintahkan oleh Allah SWT lewat wahyunya pada Surah An Nahl ayat 98 yang berbunyi :Apabila kamu membaca Al-Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. (An Nahl: 98).

Taawudz terdapat didalam hadist dan termasuk sunnah Nabi Muhammad SAW.        Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk shalat, beliau mengucapkan.Ya Allah Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari godaan syaitan yang terkutuk.” (Sunan As-Shagi).
Sabtu, 20 April 2013


Orang yang Tidak Shalat Matinya Menjadi Babi Hutan

Diriwayatkan bahawa pada suatu hari Rasulullah S.A.W sedang duduk bersama para sahabat, kemudian datang pemuda Arab masuk ke dalam masjid dengan menangis.
Apabila Rasulullah S..A.W melihat pemuda itu menangis maka baginda pun berkata, "Wahai orang muda kenapa kamu menangis?"

Maka berkata orang muda itu, "Ya Rasulullah S.A.W, ayah saya telah meninggal dunia dan tidak ada kain kapan dan tidak ada orang yang hendak memandikannya."

Lalu Rasulullah S.A.W memerintahkan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. ikut orang muda itu untuk melihat masalahnya. Setelah mengikut orang itu, maka Abu Bakar r.a dan Umar r.a. mendapati ayah orang mudah itu telah bertukar rupa menjadi babi hitam, maka mereka pun kembali dan memberitahu kepada Rasulullah S.A.W, "Ya Rasulullah S.A.W, kami lihat mayat ayah orang ini bertukar menjadi babi hutan yang hitam."

Kemudian Rasulullah S.A.W dan para sahabat pun pergi ke rumah orang muda dan baginda pun berdoa kepada Allah S.W.T, kemudian mayat itu pun bertukar kepada bentuk manusia semula. Lalu Rasulullah S.A.W dan para sahabat menyembahyangkan mayat tersebut.

 Apabila mayat itu hendak dikebumikan, maka sekali lagi mayat itu berubah menjadi seperti babi hutan yang hitam, maka Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada pemuda itu, "Wahai orang muda, apakah yang telah dilakukan oleh ayahmu sewaktu dia di dunia dulu?"

Berkata orang muda itu, "Sebenarnya ayahku ini tidak mahu mengerjakan solat." Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda, "Wahai para sahabatku, lihatlah keadaan orang yang meninggalkan sembahyang. Di hari kiamat nanti akan dibangkitkan oleh Allah S.W.T seperti babi hutan yang hitam."

Orang yang Tidak Shalat itu Golongan Syaitan
 
Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah (shalat); mereka itulah golongan syaitan.Ketahuilah,bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi (Alquran Surah Mujadilah ayat 19).

Orang yang Tidak Shalat itu Bukanlah Orang Islam, Seseorang itu Baru Bisa Dikatakan Islam Setelah Ia Mengerjakan 5 Perkara (Rukun Islam) 

1.Mengucapkan syahadat
2.Mengerjakan shalat lima waktu
3.Berpuasa pada bulan Rhamadhan.
4.Membayar zakat
5.Berhaji bagi mereka yang mampu.

Binatang Saja Shalat, Mengapa Manusia yang Lebih Mulia Enggan Mendirikan Shalat?
 
Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah, kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Alquran Surah An Nur ayat 41)

“Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang mengerjakannya berarti ia menegakkan agama, dan barang siapa meninggalkannya berarti ia meruntuhkan agama” (HR. Baihaqi)

”Amal yang pertama kali akan dihisab untuk seseorang hamba nanti pada hari kiamat ialah shalat, maka apabila shalatnya baik (lengkap), maka baiklah seluruh amalnya yang lain,dan jika shalatnya itu rusak (kurang lengkap) maka rusaklah segala amalan yang lain (Thabrani)

Orang yang tidak mengerjakan shalat disiksa di neraka Saqar:

“Apakah yang memasukkan kalian ke dalam neraka Saqar?” Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat…”(Alquran: Al-Muddatstsir: 42-43)

Sabtu, 13 April 2013

Arti Ahlussunnah ialah Penganut Sunnah Nabi Muhammad.                         Arti Wal Jamaah ialah Penganut I'itiqat (kepercayaan) sebagai I'itiqat Jamaah Sahabat-sahabat Nabi Muhammad (Khulafaur Rasyidin atau Empat Sahabat Nabi Muhammad).  

Kaum Ahlussunnah Wal Jamaah ialah kaum yang menganut I'itiqat sebagai I'itiqat yang dianut oleh Nabi Muhammad Saw dan Sahabat-sahabat beliau (Khulafaur Rasyidin atau Empat Sahabat Nabi Muhammad Saw).

Nabi Muhammad SAW adalah orang yang pertama kali mengajarkan Ahlussunnah Wal jamaah,bukti itu dapat kita lihat pada hadist dibawah ini.
Diriwayatkan oleh Imam Thabrani,”Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad di tangan-NYA, akan berpecah umatku sebanyak 73 firqah (golongan),yang satu masuk Syurga dan yang lain masuk Neraka. ” Bertanya para Sahabat: “Siapakah (yang tidak masuk Neraka) itu Ya Rasulullah?”Nabi menjawab: “Ahlussunnah wal Jamaah.”

Dalam sebuah kesempatan, Muawiyah bin Abu Sofyan berdiri dan memberikan khutbah dan dalam khutbahnya diriwayatkan bahwa dia berkata,“Rasulullah SAW bangkit dan memberikan khutbah, dalam khutbahnya beliau berkata, 'Millah ini akan terbagi ke dalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, (hanya) satu yang masuk surga, mereka itu Al-Jamaa’ah, Al-Jamaa’ah.             Dan dari kalangan umatku akan ada golongan yang mengikuti hawa nafsunya, seperti anjing mengikuti tuannya,sampai hawa nafsunya itu tidak menyisakan anggota tubuh, daging, urat nadi (pembuluh darah) maupun tulang kecuali semua mengikuti hawa nafsunya.”                             (HR. Sunan Abu Daud.)

Nabi Muhammad berpesan kepada umatnya agar tidak tersesat,berpeganglah kepada Alquran dan Sunnahku serta sunnah Khulafaur Rasyidin,bukti itu dapat kita lihat pada hadist dibawah ini.
Berpeganglah dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang terbimbing, gigitlah dengan gerahammu dan hati-hatilah kamu terhadap perkara yang baru karena sesungguhnya setiap bid’ah itu adalah sesat.(HR. Ahmad 4/126, At Tirmidzy 2676, Al Hakim 1/96, Al Baghawy 1/205 nomor 102)

“Telah aku tinggalkan dua perkara yang jika kalian perpegang teguh kepadanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu : Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnah Rasul-Nya “ ( HR. Malik ).